Rabu, 27 Maret 2013

CONTOH PERHITUNGAN PERENCANAAN PERKERASAN JALAN

Perhitungan Tebal Lapisan Perkerasan
Untuk merencanakan Lapisan Tebal Perkerasan pada perencanaan konstruksi jalan raya, data-datanya yaitu :

Komposisi kendaraan awal umur rencana pada tahun 2009

  1. Mobil penumpang (1+1) = 1850 Kendaraan
  2. Bus 8 ton (3+5) = 385 Kendaraan
  3. Truk 2 as 10 ton (4+6) = 75 Kendaraan
  4. Truk 2 as 13 ton (5+8) = 35 Kendaraan
  5. Truk 3 as 20 ton (6+7+7) = 25 Kendaraan
Jalan akan dibuka pada tahun 2013

Klasifikasi Jalan
  1. Klasifikasi Jalan = 1
  2. Jalan = Kolektor
  3. Lebar Jalan = 7 meter
  4. Arah = 2 jalur, 2 arah tanpa median
Umur Rencana (5+5) tahun

Pertumbuhan lalu lintas
  • = 5 % selama pelaksanaan
  • = 5 % perkembangan lalu lintas
Curah hujan rata-rata pertahun : 750 mm/tahun

Kelandaian jalan 6%

Jenis lapisan perkerasan yang digunakan :
  • Lapisan permukaan : Laston
  • Pondasi atas : Batu pecah kelas A
  • Pondasi bawah : Sirtu Kelas B

Data CBR : 4 5 6 7 8 9 10 5 4 8

Menghitung LHR ( Lintas Harian Rata-Rata)
  • a. Komposisi Kendaraan awal umur rencana (2009)
  • a. Mobil penumpang (1+1) = 1850 kendaraan
  • b. Bus 8 ton (3+5) = 385 kendaraan
  • c. Truk 2 as 10 ton (4+6) = 75 kendaraan
  • d. Truk 2 as 13 ton (5+8) = 35 kendaraan
  • e. Truk 3 as 20 ton (6+7+7) = 25 kendaraan
LHR 2009 (a+b+c+d+e) = 2370 Kendaraan

Perhitungan LHR pada tahun 2013
  • a. Mobil penumpang 1850 x ( 1 + 0,05)4 = 2249 kend/hari
  • b. Bus 8 ton 385 x ( 1 + 0,05)4 = 468 kend/hari
  • c. Truk 2 as 10 ton 75 x ( 1 + 0,05)4 = 91 kend/hari
  • d. Truk 2 as 13 ton 35 x ( 1 + 0,05)4 = 43 kend/hari
  • e. Truk 3 as 20 ton 25 x ( 1 + 0,05)4 = 30 kend/hari
LHR 2013 (a+b+c+d+e) = 2881 kend/hari

Perhitungan LHR pada tahun pada Tahun ke 5 (2018)
  • a. Mobil penumpang 2249 x ( 1 + 0,05)5 = 2870 kend/hari
  • b. Bus 8 ton 468 x ( 1 + 0,05)5 = 597 kend/hari
  • c. Truk 2 as 10 ton 91 x ( 1 + 0,05)5 = 116 kend/hari
  • d. Truk 2 as 13 ton 43 x ( 1 + 0,05)5 = 54 kend/hari
  • e. Truk 3 as 20 ton 30 x ( 1 + 0,05)5 = 39 kend/hari
LHR 2018 (a+b+c+d+e) = 3677 kend/hari

Perhitungan LHR pada tahun pada Tahun ke 5 berikutnya (2023)
  • a. Mobil penumpang 2870 x ( 1 + 0,05)5 = 3663 kend/hari
  • b. Bus 8 ton 597 x ( 1 + 0,05)5 = 762 kend/hari
  • c. Truk 2 as 10 ton 116 x ( 1 + 0,05)5 = 148 kend/hari
  • d. Truk 2 as 13 ton 54 x ( 1 + 0,05)5 = 69 kend/hari
  • e. Truk 3 as 20 ton 39 x ( 1 + 0,05)5 = 49 kend/hari
LHR 2023 (a+b+c+d+e) = 4692 kend/hari



Menentukan Angka Ekivalen
Angka ekivilen per sumbu dapat dilihat pada tabel di bawah :


Sumber : Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya

dengan metode Analisa Komponen, Depaertemem Pekerjaan Umum (1987)

Berdasarkan tabel didapat angka ekivalen :
  • a. Mobil penumpang (1+1) = 0,0002 + 0,0002 = 0,0004
  • b. Bus 8 ton (3+5) = 0,0183 + 0,1410 = 0,1593
  • c. Truk 2 as 10 ton (4+6) = 0,0577 + 0,2923 = 0,35
  • d. Truk 2 as 13 ton (5+8) = 0,1410 + 0,9238 = 1,0648
  • e. Truk 3 as 20 ton (6+7+7) = 0,2923 + 0,5415 + 0,5415 = 1,3753

Menentukan LEP
Dari data yang telah di dapat, dapat dihitung nilai LEP yaitu :
  • a. Mobil penumpang 2249 x 0,5 x 0,0004 = 0,44974
  • b. Bus 8 ton 468 x 0,5 x 0,1593 = 37,2738
  • c. Truk 2 as 10 ton 91 x 0,5 x 0,35 = 15,9535
  • d. Truk 2 as 13 ton 43 x 0,5 x 1,0648 = 22,6497
  • e. Truk 3 as 20 ton 30 x 0,5 x 1,3753 = 20,8961
LEP 2009 (a+b+c+d+e) = 97,2229


Menentukan LEA
Perhitungan LEA untuk 5 tahun (2014)
  • a. Mobil penumpang 2870 x 0,5 x 0,0004 = 0,57399
  • b. Bus 8 ton 597 x 0,5 x 0,1593 = 46,3362
  • c. Truk 2 as 10 ton 116 x 0,5 x 0,35 = 20,3612
  • d. Truk 2 as 13 ton 54 x 0,5 x 1,0648 = 28,9074
  • e. Truk 3 as 20 ton 39 x 0,5 x 1,3753 = 26,6693
LEA 2014 (a+b+c+d+e) = 124,084

Perhitungan LEA untuk 10 tahun (2019)
  • a. Mobil penumpang 3663 x 0,5 x 0,0004 = 0,73257
  • b. Bus 8 ton 762 x 0,5 x 0,1593 = 60,7151
  • c. Truk 2 as 10 ton 148 x 0,5 x 0,35 = 25,9866
  • d. Truk 2 as 13 ton 69 x 0,5 x 1,0648 = 36,894
  • e. Truk 3 as 20 ton 49 x 0,5 x 1,3753 = 34,0375
LEA 2019 (a+b+c+d+e) = 158,366


Menentukan LER
LER = LET x UR/10
LER5
  • = LET5 x 5/10
  • = 110,653 x 0,5
  • = 55,327
LER5 = 1,67 x 55,327
LER5 = 92,396

LER10
  • = LET10 x 10/10
  • = 141,225 x 1
  • = 141,225
LER10 = 2,5 x 141,225
LER10 = 353,062


Penentuan Harga CBR
Dari data yang didapat data CBR sebesar : 4 5 6 7 8 9 10 5 4 8
CBR rata-rata = 4+5+6+7+8+9+10+5+4+8 / 10 = 6,6
CBR max = 10
CBR min = 4

Untuk nilai R tergantung dari jumlah data yang terdapat dalam 1 segmen. Besarnya nilai R seperti yang diperlihatkan pada tabel di bawah ini :



Sumber : Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya
dengan metode Analisa Komponen, Depaertemem Pekerjaan Umum (1987)


Sumber : Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya
dengan metode Analisa Komponen, Depaertemem Pekerjaan Umum (1987)


Sumber : Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya

dengan metode Analisa Komponen, Depaertemem Pekerjaan Umum (1987)



Sumber : Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya

dengan metode Analisa Komponen



Sumber : Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya

dengan metode   Analisa Komponen, Depaertemem Pekerjaan Umum (1987)



batas-batas minimum tebal lapisan perkerasan untul lapis pondasi
Tebal lapisan minimum dilihat dari ITP = 6,8
- Lapisan permukaan : Laston, MS 744 d1 = 7,5
- Lapisan Pondasi atas : Batu pecah kelas A d2 = 20
- Lapisan Pondasi bawah : Sirtu kelas B d3 = 10

ITP = a1 x d1 + a2 x d2 + a3 x d3
7,25 = 3 + 2,8 + 0,12 d3
= 5,8 + 0,12 d3
d3 = 12,08 cm = 12 cm ( untuk D3 tebal minimum adalah 10 cm)

Untuk 10 Tahun
Koefisien kekuatan relatif, dilihat dari tabe koefisien relatif
  • - Lapisan permukaan : Laston, MS 744 a1 = 0,40
  • - Lapisan Pondasi atas : Batu pecah kelas A a2 = 0,14
  • - Lapisan Pondasi bawah : Sirtu kelas B a3 = 0,12

Tebal lapisan minimum dilihat dari ITP = 8,3
  • - Lapisan permukaan : Laston, MS 744 d1 = 7,5
  • - Lapisan Pondasi atas : Batu pecah kelas A d2 = 20
  • - Lapisan Pondasi bawah : Sirtu kelas B d3 = 10

ITP = a1 x d1 + a2 x d2 + a3 x d3
8,5 = 3 + 2,8 + 0,12 d3
= 5,8 + 0,12 d3
d3 = 22,5 cm = 23 cm

Untuk 10 Tahun
8,5 = 0,4 d1 + 0,14 d2 + 0,12 d3
8,5 = 0,4 d1 + 2,8 + 2,76
= 5,56 + 0,4 d1
d1 = 7,35 cm = 7 cm

d0 = 7,5 - 7
d0 = 0,5 cm = 3 cm (syarat tebal minimum)





5 komentar:

haliza fatma mengatakan...

Min itu angka 1,67 dan 2,5 pada LER dapat dari mana ya?mohon infonya

Karina Santosa mengatakan...

Terima Kasih makalahnya very practical mohon juga cara mencampur (mix) diameter batuan agar tercapai daya dukung optimum.

aeng faila mengatakan...

Min mau tanya jika di soal tidak ada i saat pelaksanaan, atau pertumbuhan kendaraan saat pelaksanaan gimnaa? Nilai LHR jadi tetap? 085646442928

Galih Novenda mengatakan...

mau nanya itu metode bina marga 2002 bukan??

Galih Novenda mengatakan...

novendagalih@gmail.com balas disitu aja

Poskan Komentar

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates