Minggu, 31 Maret 2013

MEMBANGUN SEBUAH RUMAH DI DALAM MANAJEMEN PROYEK

Mulai Dengan Rencana
Teknik Sipil - Libatkan semua keluarga dalam proses perencanaan untuk bisa menyampaikan semua keperluan mereka. Perempuan biasanya menghabiskan banyak waktu di sekitar rumah dan oleh karena itu akan mempunyai lebih banyak ide tentang bagaimana keperluan rumah dapat dipenuhi, dan bagaimana mengatasi masalah kesehatan dan kebersihan. Ini juga termasuk bahan-bahan yang digunakan dan bagaimana membuat rumah lebih cantik di dalam manajemen proyek. Jika keperluan ini disepakati maka akan menghemat waktu dan tenaga serta memperbaiki kehidupan semua anggota keluarga. Rencana untuk areal rumah termasuk pepohonan, kebun, areal bagian luar, naungan, dan lain sebagainya. Contohnya menanam pohon anggur atau markisa sebagai peneduh akan menyejukkan rumah, menyediakan tempat santai di luar, dan dapat menghasilkan buah untuk keluarga di dalam manajemen proyek.

Disain atau Rancangan Rumah
Setiap daerah mempunyai disain sendiri-sendiri untuk rumah tradisional mereka. Rumah-rumah ini merefleksikan iklim dan ketersediaan bahan-bahan bangunan serta selera penduduk setempat. Rumah batako umumnya mendasari gaya Portugis atau yang lebih terbaru adalah gaya Indonesia. Kadang-kadang bahan ini tidak disesuaikan dengan iklim, khususnya pada daerah pesisir. Sangat penting untuk memilih bahan-bahan yang betul-betul disesuaikan dengan iklim yang ada. Tapi disain dari bentuk dan ukuran rumah akan membuat perubahan besar pada temperatur, kenyamanan, kekuatan, daya tahan dan pencegahan bencana di dalam manajemen proyek.

Bahan Bangunan
Bahan-bahan bangunan rumah yang paling umum adalah kayu, papan, bambu, alang-alang, batako, semen, genteng dan besi. Ini sangat umum dikenal dan tidak perlu penjelasan tentang bagaimana menggunakan mereka. Bambu, tanah liat dan batu telah digunakan sejak lama dan bahan-bahan bangunan tradisional ini sangat baik jika digunakan dengan tepat. Beberapa ide dan teknik untuk menggunakan mereka akan diterangkan secara sederhana dalam buku ini di dalam manajemen proyek.

Tanah Liat
Jika dibangun dengan baik, batu bata tanah liat atau dinding tanah liat akan bertahan untuk waktu yang sangat lama. Ada perumahan dengan lempengan tanah liat dan batu bata lumpur diberbagai negara yang berumur 100-200 tahun atau lebih! Ada banyak daerah yang mempunyai lempengan tanah liat yang sangat bagus untuk bahan batu bata dan dinding lumpur tanah liat. Rumah berbahan tanah liat akan lebih sejuk di udara panas dibandingkan rumah berbahan batako, tapi tetap saja ventilasi yang bagus merupakan hal yang lebih penting. 

Dinding-dinding tanah liat menyimpan suhu sepanjang hari. Pada malam hari dinding-dinding tanah liat lambat laun akan mengeluarkan suhu panas yang telah disimpan dan secara alami menjaga rumah tetap hangat di dalam manajemen proyek. Rumah berbahan tanah liat baik untuk daerahdaerah yang malam harinya cukup dingin. Lempengan tanah liat untuk dinding dapat dibuat dengan menggunakan tanah liat, air dan beberapa rumput kering. Bahan-bahan tersebut dicampur bersama dan dinding dibangun dimulai pada dasar dan pelan-pelan bertambah. 

Kini tanah liat lebih sering digunakan untuk membuat batu bata. Batu bata dibuat dari tanah liat dan air (sedikit rumput kering dapat juga ditambahkan). Mereka ditaruh ke dalam cetakan dan dipadatkan, lalu dikeluarkan dari cetakan dan dikeringkan. Proses ini mirip dengan proses membuat batako. Dua jenis bata lainnya adalah blok tanah dan blok rumput. Blok-blok tanah dibuat dari tanah liat, tanah biasa, dan ditambahkan 10% semen. Blok-blok rumput dibuat dari tanah perkebunan dan potongan rumput di dalam manajemen proyek.

Batu
Rumah batu membutuhkan waktu yang lama untuk membangunnya, tapi jika sudah terbangun dengan baik akan bertahan dalam waktu yang amat sangat lama. Dinding batu membutuhkan waktu lama untuk menjadi panas, sehingga akan tetap sejuk sepanjang hari. Dinding batu ini menyimpan panas dengan sangat baik, sehingga rumah akan tetap hangat pada malam hari. Keuntungan lain adalah batu dapat dengan mudah dikombinasikan dengan bahan-bahan bangunan lainnya. Ada banyak batu-batuan yang bagus untuk digunakan di dalam manajemen proyek. Masalah utamanya adalah transportasi untuk membawa batu-batu itu.

Bambu
Bambu adalah bahan yang sudah terkenal. Dia dapat digunakan untuk apa saja, termasuk untuk atap, dinding, dekorasi, furnitur dan masih banyak lagi. Bambu sangat baik untuk daerah-daerah panas pesisir karena memberikan ventilasi yang bagus. Dia juga ringan tapi kuat dan mudah dikerjakan. Pemilihan jenis bambu yang tepat, memotongnya pada bagian yang tepat, dan pengawetan akan membuat bambu bertahan lebih lama. (Untuk informasi lebih lanjut tentang bambu, bacalah Modul 8 - Reboisasi dan Penanaman Pohon) di dalam manajemen proyek.

Bahan Campuran
Bahan campuran dimaksudkan membangun rumah dengan menggunakan bahan-bahan yang berbeda. Contohnya batu, kayu dan papan di dalam manajemen proyek. Ini merupakan kombinasi dari bahan apa saja yang Anda inginkan. Rumah yang dibangun dari bahan campuran akan memaksimalkan keuntungan dari masing-masing bahan tersebut, contohnya:
  1. Tanah liat dan batu adalah bahan-bahan terbaik untuk membuat sejuk di siang hari dan hangat di malam hari. Batako tidak bekerja dengan baik tapi cukup bagus jika diplester.
  2. Bambu dan kayu memberikan ventilasi yang baik, harganya juga relatif murah.
  3. Kayu yang bertahan lama, seperti kamper dan jati, dapat membentuk kerangka.
  4. Atap seng bertahan lebih lama dan dapat digunakan untuk menampung air. Atap alangalang cukup murah dan berfungsi lebih baik sebagai penahan panas. Atap bambu juga baik dan juga dapat digunakan untuk mengumpulkan air di dalam manajemen proyek.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates