Selasa, 26 Februari 2013

JADWAL PELAKSANAAN PROYEK DALAM MANAJEMEN KONSTRUKSI


Teknik Sipil - Jadwal pelaksanaan manajemen proyek adalah jadwal yang mencakup seluruh item pekerjaan atau paket pekerjaan yang ada dalam proyek tersebut sehingga dapat memberikan gambaran rencana kegiatan pada tahap persiapan sampai tahap penyelesaian. 

Umumnya untuk menyajikan laporan yang mudah dipelajari, digunakan sistem laporan gabungan antara diagram batang (Bar Chart) dan kurva-S. Sistem ini dirasakan lebih bermanfaat mengingat dengan diagram batang dapat terlihat dengan mudah rangkaian kegiatan secara keseluruhan, sedangkan melalui kurva-S akan diperoleh gambaran kemajuan manajemen proyek secara keseluruhan. 

Diagram Batang (Bar Chart) 
Diagram Batang merupakan cara yang paling mudah dipahami dan paling banyak dipakai sebagai perangkat perencanaan, bahkan untuk penggunaan dalam teknik lain seperti penyusunan jaringan kerja (Net Work) dan pengalokasian sumber daya, penjadwalan pekerjaan akan lebih baik jika disajikan dalam bentuk diagram batang didalam manajemen proyek. 

Dengan diagram batang tersebut diharapkan agar pelaksanaan pekerjaan dapat diselesaikan tepat pada waktunya sesuai dengan waktu yang direncanakan. 
Keuntungan dari diagram batang didalam manajemen proyek:
  1. Mengetahui presentasi kerja yang dicapai 
  2. Mengetahui besarnya pembayaran angsuran dari kurva-S 
  3. Mengetahui baik atau tidaknya distribusi kegiatan pelaksanaan dari kurva-S 
  4. Dapat dilihat pekerjaan apa saja yang sedang dilaksanakan, yang harus dimulai dan yang harus sudah selesai 
  5. Mengetahui pekerjaan-pekerjaan apa saja yang dikerjakan secara simultan. 

Kerugian dari diagram batang didalam manajemen proyek:
  1. Tidak dapat melihat kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan, sehingga tidak dapat diketahui pekerjaan itu terlambat atau tidak 
  2. Tidak dapat mengetahui lintasan kritis yaitu lintasan aktivitas yang mempunyai waktu terpanjang dari proyek tersebut 

Kurva-S 
Kurva-S atau kurva kumulatif kemajuan adalah merupakan perangkat penyajian hasil kemajuan proyek yang paling banyak digunakan untuk menyajikan jumlah pemakaian sumber daya seperti biaya, material, tenaga kerja, dan sebagainya didalam manajemen proyek.

Umumnya pemakaian sumber daya per-unit waktu cenderung untuk meningkat dengan lambat kemudian berangsur-angsur meningkat dengan cepat dan lambat lagi diakhir kegiatan. Hal ini yang menyebabkan kurva kumulatif membentuk huruf S. Sama halnya dengan diagram batang, suatu kurva-S selain dapat digunakan sebagai perencana dapat juga digunakan sebagai alat pengendali terhadap hasil nyata yang telah dicapai didalam manajemen proyek. 

Hasil kurva aktual yang diperoleh dari prestasi kerja yang telah dicapai dapat dibandingkan dengan kurva rencananya. Jika kurva tersebut menyimpang bentuk dengan kurva rencana, berarti telah terjadi penyimapangan dalam pelaksanaan. Jika kurva aktual tersebut bentuknya berada dibawah kurva rencana berarti prestasi kerja yang telah dicapai tidak memenuhi target.Sebaliknya jika kurva aktual tersebut bentuknya berada di atas kurva rencana berarti prestasi kerja yang telah dicapai sudah melampaui target yang direncanakan, yang kualitasnya belum tentu memenuhi syarat. Untuk mengetahui apakah penyimpangan yang terjadi masih dapat diketahui terlebih dahulu batas-batas penyimpangan yang masih diizinkan. Pada umumnya yang menjadi batas penyimpangan itu adalah faktor waktu yang secara tidak langsung akan mempengaruhi pembiayaan didalam manajemen proyek. 

Dapat disimpulkan bahwa kurva-S didalam manajemen proyek:
  1. Untuk mengontrol pelaksanaan pekerjaan setiap saat, sehingga perubahan yang terjadi dalam pelaksanaan tidak mengganggu atau mempengaruhi waktu pekerjaan keseluruhan. 
  2. Untuk memudahkan direksi dalam pemeriksaan, apakah pekerjaan kontraktor lebih atau kurang bila dibandingkan dengan rencana pelaksanaan. 
  3. Untuk mengontrol waktu dalam pembayaran menurut perjanjian yang telah disepakati dan ditetapkan, harus diperiksa pada perincian volume pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan. 

Jaringan Kerja
Jaringan kerja adalah suatu rangkaian aktivitas atau kegiatan pekerjaan yang memperlihatkan urutan aktivitas/rencana waktu dengan metode lintasan kritis, dimana dapat diketahui waktu yang tercepat untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan. Jaringan kerja menyajikan proyek dalam bentuk gambar grafis yang mudah dimengerti, mengungkapkan dengan jelas hubungan yang ada antara aktivitas-aktivitas suatu proyek dan memperlihatkan urutan masing-masing aktivitas termasuk saling ketergantungan antara aktivitas-aktivitas tersebut didalam manajemen proyek. 

Keuntungan jaringan kerja didalam manajemen proyek:
  1. Memudahkan perencanaan, penjadwalan dan pengontrolan 
  2. Memungkinkan perencanaan proyek yang lebih mendetail untuk jangka waktu yang cukup panjang c. Untuk mendokumentasikan data-data serta mengkomunikasikan masalah-masalah dan tujuan perencanaan proyek 
  3. Membantu memperkirakan kesukaran-kesukaran yang timbul pada waktu yang akan datang 
  4. Mengungkapkan aktivitas-aktivitas kritis 
  5. Untuk mempermudah mengetahui akibat-akibat perubahan teknis dan urutan pelaksanaan berbagai aktivitas terhadap jadwal proyek 
Kerugian dari jaringan kerja adalah tidak dapat diketahui presentasi pekerjaan yang telah dicapai.


Biaya Proyek 

Rencana biaya ini disusun oleh perencana dan merupakan perkiraan dan perhitungan akan biaya secara keseluruhan pembangunan yang diperlukan, disusun berdasarkan jumlah tenaga kerja, bahan bangunan dan peralatan yang akan digunakan. General overheadnya terdiri gaji bagian pelaksana pembangunan dan pegawai bagian adaministrasi dan keuangan. Job overheadnya terdiri atas gaji pengawas proyek, pelaksana proyek, penjaga keamanan, pekerja bagian gudang dan peralatan, biaya untuk kantor sementara seperti listrik, air, telepon, biaya untuk bangunan sementara seperti gudang bahan, gudang peralatan, biaya untuk keperluan air minum kantor sementara dan seluruh pekerjanya, biaya untuk foto dan asuransi. Rencana biaya ini diperlukan sebagai pedoman bagi pemilik untuk menyediakan uang yang diperlukan untuk pembangunan serta dipakai sebagai salah satu pegangan oleh pemilik dalam menentukan kontraktor yang akan ditunjuk sebagai pelaksana manajemen proyek. 

Dari gambar bestek yang dibuat oleh perencana maka dapat diperkirakan besarnya volume pekerjaan dan jumlah material yang dibutuhkan, kemudian berdasarkan harga satuan yang ada dan harga material di pasaran serta dijumlahkan dengan biaya yang diperlukan seperti hal-hal yang tidak terduga maka dapat ditentukan besarnya biaya yang diperlukan didalam manajemen proyek.

5 komentar:

petualangweb mengatakan...

senang bisa belajar manejemen proyek di sini,salam blogger

cherylaghniads-Fakta Info Unik mengatakan...

kunjungan balik gan, mantaf deh info nya, jadi semakin tau. trims

Teknik Sipil mengatakan...

sip gan, slm sukses...............

Dangstars mengatakan...

Saya menikmati artikelnya...sip salam sukses

dimdroid mengatakan...

Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

Poskan Komentar

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates