Tampilkan postingan dengan label SISTEM PAKAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SISTEM PAKAR. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Maret 2013

PENGERTIAN SIMULASI MORTE CARLO DALAM DUNIA TEKNIK SIPIL



  • Simulasi adalah proses meniru keadaan yang sebenarnya melalui model yang dibuat dengan berbagai asumsi untuk memperkirakan performance suatu sistem.
  • Evaluasi sensitivitas performance sistem terhadap variasi parameter sering dilakukan melalui simulasi yang dilakukan berulang–ulang.
  • Simulasi menjadi alat yang sering digunakan untuk memecahkan masalah sejalan dengan pesatnya perkembangan metode simulasi dan teknologi komputer.
  • Simulasi merupakan suatu cara pemecahan masalah yang dihadapi dan yang biasanya sukar diselesaikan secara eksak.
  • Simulasi Monte Carlo adalah metode pengambilan contoh (sampling method) melalui komputer atau media lainnya.
  • Proses simulasi diulang dengan menggunakan variabel acak yang dibangkitkan sesuai dengan distribusi probabilitasnya.
  • Hal ini dapat dilaksanakan dengan menghasilkan bilangan acak antara nol sampai satu dan melalui transformasi yang sesuai dengan distribusi probabilitasnya.
  • Simulasi Monte Carlo didefinisikan sebagai skema yang menggunakan bilangan acak, yaitu variabel acak dan dipakai untuk memecahkan permasalahan stokastik atau deterministik tertentu di mana berjalannya waktu tidak memegang peranan penting

Lima langkah dalam menerapkan simulasi Monte Carlo
1. Menentukan distribusi probabilitas untuk variabel-variabel yang penting
2. Membuat distribusi probabilitas kumulatif untuk setiap variabel pada langkah pertama
3. Menentukan interval bilangan acak untuk setiap variabel
4. Membangkitkan bilangan acak
5. Mensimulasikan serangkaian percobaan.

Rabu, 20 Februari 2013

SISTEM PAKAR DALAM TEKNIK SIPIL


Teknik Sipil - Sistem pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha mengapdosi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli.

Sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para ahli. 

Jadi sistem pakar  kepakaran ditransfer dari seorang pakar (atau sumber kepakaran yang lain) ke komputer, pengetahuan yang ada disimpan dalam komputer, dan pengguna dapat berkonsultasi pada komputer itu untuk suatu nasehat, lalu komputer dapat mengambil inferensi (menyimpulkan, mendeduksi, dll.) seperti layaknya seorang pakar, kemudian menjelaskannya ke pengguna tersebut, bila perlu dengan alasan-alasannya. 

Sistem Pakar terkadang lebih baik unjuk kerjanya daripada seorang pakar manusia.

Dengan sistem pakar, orang awam pun dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit yang sebenarnya hanya dapat diselesaikan dengan bantuan para ahli. Bagi para ahli, sistem pakar juga akan membantu aktivitasnya sebagai asisten yang sangat berpengalaman. 

Sistem pakar dikembangkan pertama kali tahun 1960.

Manfaat Sistem Pakar
  1. Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli 
  2. Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis 
  3. Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar 
  4. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama yang termasuk keahlian langka) 
  5. Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya 
  6. Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian. Pengguna bisa merespon dengan jawaban ’tidak tahu’ atau ’tidak yakin’ pada satu atau lebih pertanyaan selama konsultasi dan sistem pakar tetap akan memberikan jawaban. 
  7. Tidak memerlukan biaya saat tidak digunakan, sedangkan pada pakar manusia memerlukan biaya sehari-hari. 
  8. Dapat digandakan (diperbanyak) sesuai kebutuhan dengan waktu yang minimal dan sedikit biaya 
  9. Dapat memecahkan masalah lebih cepat daripada kemampuan manusia dengan catatan menggunakan data yang sama. 
  10. Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan 
  11. Meningkatkan kualitas dan produktivitas karena dapat memberi nasehat yang konsisten dan mengurangi kesalahan 
  12. Meningkatkan kapabilitas sistem terkomputerisasi yang lain. Integrasi Sistem Pakar dengan sistem komputer lain membuat lebih efektif, dan bisa mencakup lebih banyak aplikasi . 
  13. Mampu menyediakan pelatihan. Pengguna pemula yang bekerja dengan sistem pakar akan menjadi lebih berpengalaman. Fasilitas penjelas dapat berfungsi sebagai guru. 

Kelemahan Sistem Pakar
  1. Biaya yang diperlukan untuk membuat, memelihara, dan mengembangkannya sangat mahal 
  2. Sulit dikembangkan, hal ini erat kaitannya dengan ketersediaan pakar di bidangnya dan kepakaran sangat sulit diekstrak dari manusia karena sangat sulit bagi seorang pakar untuk menjelaskan langkah mereka dalam menangani masalah. 
  3. Sistem pakar tidak 100% benar karena seseorang yang terlibat dalam pembuatan sistem pakar tidak selalu benar. Oleh karena itu perlu diuji ulang secara teliti sebelum digunakan. 
  4. Pendekatan oleh setiap pakar untuk suatu situasi atau problem bisa berbeda-beda, meskipun sama-sama benar. 
  5. Transfer pengetahuan dapat bersifat subjektif dan bias 
  6. Kurangnya rasa percaya pengguna dapat menghalangi pemakaian sistem pakar.

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates